Upaya Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Berbasis Daring

Nama  : Bunga Amalia Rustaman

NIM    : 11901368

Kelas   : PAI 4H

 

Upaya Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Berbasis Daring 

(Studi Tindakan Pada Mahasiswa Kelas 4H Prodi PAI)

 

        Mencermati perkembangan semakin meluasnya penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia, khususnya di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat dan untuk bersinergi menghambat penyebaran virus tersebut serta sejalan dengan upaya memprioritaskan kesehatan dan keselamatan sivitas akademika dan tenaga kependidikan IAIN Pontianak, Rektor IAIN Pontianak Dr. Syarif memperpanjang waktu perkuliahan online dan bekerja dari rumah. Perpanjangan kuliah online dan bekerja dari rumah itu tertuang dalam Surat Edaran Rektor Nomor 5 tahun 2020.

        Diberitakan sebelumnya kegiatan akademik semula terhitung sejak tanggal 16 s.d 27 Maret 2020 perkuliahan dilaksanakan secara daring (online)/e-learning/WAGroup/MailingList/ penugasan bentuk lainnya di luar tatap muka diubah menjadi “proses pembelajaran jarak jauh (online) dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan sampai ada pemberitahuan selanjutnya secara resmi dan akan diumumkan melalui website www.iainptk.ac.id”.

        Kuliah daring adalah sistem perkuliahan yang memanfaatkan akses internet sebagai media pembelajaran yang dirancang dan ditampilkan dalam bentuk modul kuliah, rekaman video, audio atau tulisan oleh pihak akademi/universitas.

Semenjak pandemi covid-19, metode belajar online merupakan langkah alternatif terbaik sejauh ini demi berjalannya perkuliahan dikampus. Tentunya metode belajar online juga memiliki kelebihan dan kekurangan, diantaranya :

 A. Kelebihan kuliah daring

  1. Hemat Biaya Transportasi
    Mahasiswa yang biasanya mesti datang langsung kekampus untuk mengikuti perkuliahan, namun sekarang tidak mesti datang kekampus lagi, secara otomatis biaya yang biasa dikeluarkan untuk beli bensin/ongkos transportasi umum tidak ada lagi.
  1. Hemat Waktu dan Tenaga                                                                                                     Tentunya waktu yang dihabiskan dengan kuliah secara tatap muka lebih banyak dibandingkan dengan kuliah daring, dikarenakan pergantian jam antara mata kuliah dengan mata kuliah yang lain terkadang memiliki jeda yang lama, sehingga mengharuskan untuk menunggu dikampus.
  1. Lebih santai dan terhindar dari bising                                                                                  Penerapan kuliah daring lebih terasa tenang, lebih santai bisa dilakukan dirumah, dikamar, dicafe atau dimanapun asalkan akses internet dan perangkat memadai.

B. Kelemahan belajar daring

  1. Wajib Akses Internet                                                                                                                 Kuliah online sudah dipastikan membutuhkan akses internet, dengan berbagai mediator yang ada seperti laptop, ipad, smartphone, dll.
  1. Penyampaian dan Penerimaan Materi Tidak Maksimal                                                            Proses belajar mengajar tidak selamanya mudah dimengerti oleh mahasiswa, apalagi jika prosesnya hanya dengan daring, tentunya tingkat fokus mahasiswa dan penerimaan materi yang disampaikan tidak lebih baik dari kuliah tatap muka.
  1. Keterbatasan dalam praktek dan tanya jawab                                                                             Untuk mata kuliah teori memang tidak akan terlalu bermasalah jika dihadapkan dengan kuliah online, namun untuk mata kuliah praktek, maka kuliah online tidaklah menjadi solusi akan hal ini, dan dampak dari keadaan seperti ini, pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang materi kuliahnya tidak maksimal.

Ada juga pendapat dari beberapa Mahasiswa PAI 4H mengenai Pembelajaran Berbasis Daring. 

1. Pendapat Putri Alivia Alvi, 

"Menurut Alvi sendiri ya perekuliahan mnggunakan daring yang sedang diberlakukan ini sangat tidak kondusif. 

Hal ini pun menjadi permasalahan yang sangat penting bagi Kita, jam berapa mereka harus belajar dan bagaimana data (kuota) yang mereka miliki, sedangkan orangtua mereka yang berpenghasilan rendah atau dari kalangan menengah kebawah (kurang mampu). Hingga akhirnya hal seperti ini dibebankan kepada orangtua siswa yang ingin anaknya tetap mengikuti pembelajaran daring."

2. Pendapat Muhammad Al Arrafiq,

"Ketergantungan pada jaringan, masalah yang sering terjadi saat kuliah online adalah masalah jaringan. Kalau jaringan mengalami gangguan kuliah juga bakalan terganggu seperti ketinggalan diskusi atau penyampaian materi. Oleh karena itu pastikan jaringan maksimal saat kuliah online"

3. Pendapat Bandi,

"Menurut saya pribadi, perkuliahan daring, kalau di lihat dari keadaan yg masih dalam masa pendemi ini kuliah dari sangat membantu karena daripada mahasiswa  tidak mendapatkan pengajaran sama sakali, lebih baik kukiah dari walaupun kalau di bandingkan dengan kuliah normal atau tatap muka tentu saja masih banyak kekurangan. Minimal daripada tidak belajar sama sekali bagus kuliah daring.
Untuk kelebihannya mungkin hanya saja mahasiswa tidak perlu datang ke kampus cukup di rumah saja.
Dan kekurangan, banyak sekali penjelasan atau tugas-tugas yg diberikan dosen menjadi kurang jelas, dalam diskusi menjadi kurang efektif.
Tapi kembali lagi tingkat keberhasilan nya tergantung pada mahasiswa  itu sendiri apakah di benar-benar mengikuti perkuliahan dan bisa lebih kreatif atau mencari hal-hal yg kurang apabila tidak di temukan di kuliah daring."

4. Pendapat Saya Pribadi,

"Masih sangat banyak keluhan dari berbagai aspek mengenai pembelajaran daring ini. contohnya, keterbatasan jaringan/sinyal, apalagi materi yang disampaikan lumayan sulit dipahami jika gangguan sinyal saat meet atau zoom, serta penggunaan kuota yang banyak. ini hal yang menyebabkan pembelajaran daring masih dibilang belum efektif. Walaupun (katanya) pemerintah telah memberi bantuan kuota gratis tapi pada kenyataannya dikampus kami tidak pernah mendapatkan bantuan tersebut. Melihat kondisi ekonomi juga terpuruk, seharusnya semua dapat menyeimbangi kegiatan pembelajaran berbasis daring ini."

        Solusi atas permasalahan ini adalah pemerintah harus memberikan kebijakan dengan membuka gratis layanan aplikasi daring bekerjasama dengan provider internet dan aplikasi untuk membantu proses pembelajaran daring ini. Pemerintah juga harus mempersiapkan kurikulum dan silabus permbelajaran berbasis daring. Bagi universitas-universitas perlu untuk melakukan bimbingan teknik (bimtek) online proses pelaksanaan daring dan melakukan sosialisasi kepada orangtua dan siswa melalui media cetak dan media sosial tentang tata cara pelaksanaan pembelajaran daring, kaitannya dengan peran dan tugasnya.

        Dalam proses pembelajaran daring, penting untuk ditambahkan pesan-pesan edukatif kepada orangtua dan peserta didik, tentang wabah pandemi Covid-19. Dengan demikian kita dapati pembelajaran yang sama dengan tatap muka tetapi berbasis online. Efeknya sangat bagus, programnya tepat sasaran, dan capaian pembelajarannya tercapai.

        Ada sebuah pelajaran yang dipetik dari dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19, yakni kegiatan belajar tatap muka dengan dosen terbukti lebih efektif ketimbang secara daring (online). Hal tersebut dipaparkan oleh pakar pendidikan Universitas Brawijaya (UB) Aulia Luqman Aziz bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2020. “Selamanya profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi” papar Luqman dalam keterangannya di laman resmi UB, Sabtu (2/5/2020). Menurutnya pembelajaran penuh secara daring, akhir-akhir ini banyak menimbulkan keluhan dari peserta didik maupun orangtua.

        Beberapa dosen di universitas mengaku, jika pembelajaran daring ini tidak seefektif kegiatan pembelajaran konvensional (tatap muka langsung), karena beberapa materi harus dijelaskan secara langsung dan lebih lengkap. Selain itu materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa dipahami semua mahasiswa. Berdasarkan pengalaman mengajar secara daring, sistem ini hanya efektif untuk memberi penugasan, dan kemungkinan hasil pengerjaan tugas-tugas ini diberikan ketika mahasiswa akan masuk, sehingga kemungkinan akan menumpuk.

        Mengamati pengalaman dari beberapa dosen tersebut, maka dosen juga harus siap menggunakan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman. Dosen harus mampu membuat model dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter mahasiswa di universitasnya. Penggunaan beberapa aplikasi pada pembelajaran daring sangat membantu dosen dalam proses pembelajaran ini. Dosen  harus terbiasa mengajar dengan memanfaatkan media daring kompleks yang harus dikemas dengan efektif, mudah diakses, dan dipahami oleh mahasiswa.

        Dengan demikian dosen dituntut mampu merancang dan mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Walaupun dengan pembelajaran daring akan memberikan kesempatan lebih luas dalam mengeksplorasi materi yang akan diajarkan, namun dosen harus mampu memilih dan membatasi sejauh mana cakupan materinya dan aplikasi yang cocok pada materi dan metode belajar yang digunakan.

        Hal yang paling sederhana dapat dilakukan oleh dosen bisa dengan memanfaatkan WhatsApp Group. Aplikasi WhatsApp cocok digunakan bagi pelajar daring pemula, karena pengoperasiannya sangat simpel dan mudah diakses mahasiswa. Sedangkan bagi pengajar online yang mempunyai semangat yang lebih, bisa menngkatkan kemampuannya dengan menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran daring.

        Namun sekali lagi, pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan dosen dan mahasiswa itu sendiri. Tidak semua aplikasi pembelajaran daring bisa dipakai begitu saja. Namun harus dipertimbangkan sesuai kebutuhan dosen dan mahasiswa, kesesuaian terhadap materi, keterbatasan infrastrukur perangkat seperti jaringan. Sangat tidak efektif jika dosen mengajar dengan menggunakan aplikasi zoom metting namun jaringan atau signal di wilayah siswa tersebut tinggal tidaklah bagus.

        Keberhasilan dosen dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi Covid-19 ini adalah kemampuan dosen dalam berinovasi merancang, dan meramu materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode. Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang pengajar untuk dapat memotivasi peserta didik tetap semangat dalam belajar secara daring (online) dan tidak menjadi beban psikis.

        Di samping itu, kesuksesan pembelajaran daring selama masa Covid-19 ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Oleh karena itu, pihak universitas di sini perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Hal ini dilakukan dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk mempermudah. Dengan demikian, pembelajaran daring sebagai solusi yang efektif dalam pembelajaran di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, physical distancing (menjaga jarak aman) juga menjadi pertimbangan dipilihnya pembelajaran tersebut. Kerjasama yang baik antara guru semua pihak menjadi faktor penentu agar pembelajaran daring lebih efektif.    

 Kesimpulan :

            Kemajuan teknologi memberikan dampak besar terhadap perkembangan pendidikan, para pendidik memanfaatkanya untuk mempermudah proses belajar mengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan. Berikut pandangan siswa tehadap efektifitas pembelajaran berbasis daring :

1. Mayoritas mahasiswa merasa pembelajaran daring dirasa tidak efektif, karena dalam praktiknya guru lebih dominan dalam pemberian tugas bukan penjelasan materi.

2. Mahasiswa merasa ada kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan daring.

3. Mahasiswa juga diberatkan oleh kuota serta kesulitan jaringan di daerahnya masing-masing.

 4. Sebagian mahasiswa berpendapat bahwa Pembelajaran Berbasis Daring  kurang Efektif dan sebagian mahasiswa lainnya berpendapat bahwa Pembelajaran Berbasis Daring lebih Efisien.

        Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula dengan kehadiran guru dan siswa yang saling berinteraksi langsung. Aamiin Ya Rabbal’alamin 

 

Comments

Popular Posts